arip latihan nulis…

April 21, 2008 at 12:07 pm (tentang ajeliwulll)

Puji syukur kehadirat Allah Tuhan Semesta Alam atas segala karunia-Nya yang tak terhitung kepada kita semua, sungguh kesombongan bagi mereka yang tidak pernah bersyukur. Sholawat dan Salam kita sampaikan pada Rosullulloh Muhammad SAW, dan semoga kita adalah orang yang sukses dalam meneladani ajaran-ajarannya. Karunia yang besar bagi kita semua dapat bertemu kembali dalam dimensi waktu bulan Ramadhan, bulan ibadah puasa, yang patut kita sadari bersama adalah puasa sebagai sebuah proses pengkaderan diri untuk menjadi manusia yang Bertaqwa pada Allah Swt.
dalam perjalanan anak manusia dalam kehidupan didunia tidak terlepas dari kepercayaannya akan adanya Tuhan yang mengatur segalanya, berangkat dari penciptaannya dari setetes air mani, lalu dengan kuasaNya terus tumbuh menjadi organisme mahluk hidup yang bernama manusia, dalam proses itu ada sebuah peristiwa yaitu ketika calon generasi manusia ini akan ditiupkan ruh, ia disumpah terlebih dahulu untuk mempercayai dan meyakini akan Tuhan Allah. setelah terlahir kealam dunia ini bayi itu dalam keadaan suci dan oleh orang tuanya akan di-didik bagaimana mengenal, mempelajari, memandang, dan menjalani kehidupan ini. lebih terangnya ia akan dijadikan seorang Muslim ataukah nasrani, yahudi ataupun majusi. setelah beranjak dewasa dan akal pikirnya mulai menyala akan membedakan nilai kebenaran ataupun kesalahan, ia tentunya akan menerima sinyal tanda tanda adanya Tuhan Allah, dan hati nuranilah yang berhak menyambut untuk mengakuinya ataukah mengingkarinya… Hidayah adalah hak priogratif Allah yang akan diberikan kepada siapa yang pantas untuk menerimanya. dan Ia akan menyesatkan kepada siapa saja yang ia kehendakinya.
Sebuah kepercayaan kecil tadi seharusnya menjadi keyakinan yang Agung akan penghambaan diri pada Tuhan Allah haruslah terus dijaga ke-istiqomahannya agar terus eksis dalam rangka menjalani kehidupan yang Islami. sebagai muslim sejati semuanya haruslah dimulai dari diri sendiri dalam meyakini dan mengamalkan ajaran Islam secara sempurna/kaffah. karena pada hakekatnya apapun perbuatan dari anak manusia itu dipertanggung jawabkan oleh pribadinya masing-masing, sebenarnya dari ajaran islam yang dianut umat manusia tiangnya adalah ibadah Sholat, Sholat yang oleh nabi diibaratkan sebagai tiang agama adalah pokok dari amalan ibadah yang tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan Syar’i yaitu bila sudah tidak ber-akal ataupun sudah meninggal dunia. bagi yang meninggalpun akan digantikan oleh saudaranya yang sesama Muslim yaitu sholat jenazah yang bisa diartikan sebagai simbol penghambaan pada yang Kuasa. Sholat sangat banyak dan beragam artikulasinya, dalam ibadah Sholat seorang Muslim sebenarnya melakukan pengkaderan diri tentang penghambaan diri padaNya, pengkaderan itu berlangsung sehari 5 kali dan terus berlangsung selama seumur hidup manusia itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: