puisi hati

April 8, 2008 at 1:20 am (-cinta-)

Menyintai Tidak Bermakna Memiliki

Janganlah kau angkuh melaungkan

si dia kepunyaanmu

atau kau kepunyaan si dia

kerana hakikatnya

kita tidak pernah memiliki

sesiapa

walau sekeping hati seorang insan

tidakkah kau

sadar

hukum alam menyatakan

menyintai tidak semestinya memiliki?

Manusia pandai berpura

berlakon di pentas dunia

dan bertopeng

menutup rahasia

tetapi hati

tidak pernah berdusta pada

empunya

tentang perasaan yang bergolak di dalamnya

Tidakkah kau sadar

mungkin si dia melafazkan

ungkapan cinta

padamu

tetapi hati dan perasaannya

tidak pernah berniat begitu

dia hanya berselindung

di sebalik sejuta alasan

Dan kau

begitu jujur dan setia menyintainya

sehingga

terlupa

hukum alam menyatakan

menyintai tidak bermakna memiliki…

Sesungguhnya

Aku tidak pernah memiliki dirimu

dan kau jua

tidak memiliki diriku.”

Mengertilah

kita sebenarnya kepunyaan

Yang Maha Esa

tiada

sesiapa berhak memiliki diri kita

kecuali Dia

Dia mengasihi

hambaNya

Dia memiliki hambaNya

Dan ke pangkuan Dia kita kembali

Nukilan asli:Anna Abadi

suatu tika dulu

Ketika Hati Menangis

Tuhanku

ketika hati sedang menangis

hanya Engkau saja

yang tahu

betapa merananya diriku

tak mungkin yang lain tahu….

Tuhanku

ketika mereka meninggalkan aku

sendiri

terkapai-kapai

ketika dunia tiada simpati

Kau tetap mendengar

Rintihanku

padaMu tempatku menagih kasih

ketenangan kurasa

mendekatiMu

syahdu malam tak terasa sunyi..

Tuhanku

ketika aku dalam kepayahan

keseorangan dihimpit beban

derita

Kau beri aku kesabaran

pengalaman mengajar arti

kematangan

lantas Kau membuka pintu hatiku

untuk memberi

kemaafan

pada mereka yang pernah melukakanku

pada mereka yang

terus melukakanku

dan pada mereka yang tersadar karna melukakan…

Tuhanku

ketika aku buntu

menanggung lara hatiku

kau berikan

aku kekuatan

Kau tunjukkan aku jalan

Kau tak biarkan aku

keseorangan…

Tuhanku Yang Maha Pengasih

rahmatMu tak terkira

syukurku melangit

pun tak tercapai

sungguh aku rasa berdosa

kerana dulu sering

terlalai

semoga penyesalanku kau terima…

Thank You Allah for the blessings You have given me…

Nukilan asli: Anna Abadi~monolog suatu malam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: