Do’a Ibu

April 7, 2008 at 11:16 am (untaian arti makna)

Do’a Ibu
03/07/2002 – Arsip Cerita Islami

Seorang ahli ibadat dari Bani Israil bernama Juraij membuat tempat ibadah untuk melakukan ibadah-ibadahnya. Kemudian ibunya datang memanggilnya, “Hai Juraij!”

Ia menjawab, “Oh Tuhan, ibuku memanggil dan kami mau shalat,” lalu ia mengerjakan shalat, maka ibunya pulang.

Kemudian keesokan harinya, ibunya datang lagi dan memanggil, “Hai Juraij.”
Ia menjawab, “Oh Tuhan, ibuku memanggil dan kami mau shalat,” lalu iapun melakukan shalat dan ibunya terus pulang.

Keesokan harinya ibu itu datang lagi dan memanggil, “Hai Juraij.”
Ia menjawab, “Oh Tuhan, ibuku datang dan kami hendak shalat, maka ibunya jengkel hingga berdo’a:
“Jangan dimatikan anak kami ini sebelum ia melihat wajah perempuan lacur.”

Orang-orang Bani Israil menyebut-nyebut tentang Juraij dan ibadahnya, tiba-tiba seorang perempuan lacur yang terkenal akan kecantikannya berkata, “Kalau kalian mau saya sanggup menggugurkan ibadahnya Juraij.”

Kemudian perempuan itu merayu dan menggodanya, tetapi Juraij tidak memperdulikan sedikit pun hingga ia jengkel, lalu ia zina dengan seorang penggembala yang tidak jauh dari biaranya Juraij. Kemudian akhirnya ia hamil dan setelah ia melahirkan, berkata kepada orang-orang bahwa anak yang ia lahirkan adalah hasil dari hubungannya dengan Juraij. Maka orang-orang mendatangi biara Juraij dan mereka memaksanya turun, lalu dipukuli bersama-sama dan biaranya dihancurkan.

Ia bertanya, “Mengapa kalian berbuat begitu? Apa salahku?
Mereka menjawab, “Kamu telah berbuat zina dengan perempuan ini hingga ia melahirkan.”
Ia bertanya, “Dimanakah sekarang bayinya?”

Maka mereka memberikan bayi itu kepadanya, lalu Juraij melakukan shalat. Kemudian dia mendekati bayi itu dan menekannya dengan jari-jarinya seraya berkata:
“Siapakah ayahmu?”
Tiba-tiba bayi itu menjawab, “Saya adalah anak si penggembala.”

Ketika mereka mendengarkan omongan bayi itu, mereka lalu memeluk dan menciumi Juraij seraya berkata, “Sukakah kamu bila biaramu ini kami bangun dari emas?”

Juraij menjawab, “Tidak, kembalikan saja seperti sedia kala”, kemudian mereka membangunnya.

Sumber: 1001 Kisah Nyata, Achmad Sunarto

Al-IslamPusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: