siti khotijah
Siti khotijah
Sebuah nama yang cukup bermakna spiritual, bermakna historis magis dan bersejarah, jika kita pelajari sejarah kenabian Muhammad SAW, tentunya kita mengenal nama ini. Siti Khotijah adalah Istri pertama sang Revolusioner sejati, Istri seorang Tokoh terbesar sepanjang masa, dan dia adalah teman Hidup seorang Nabi dan Rosul yang kita imani, Muhammad SAW. Pada waktu itu Siti khotijah adalah seorang janda yang kaya raya, ia adalah seorang niagawati yang sukses, banyak saudagar kaya dan tokoh-tokoh yang terkemuka yang melawarnya, akan tetapi semuanya ia tolak… selain cantik dan baik hati ia juga seorang yang punya keteguhan iman. Pada suatu ketika siti khotijah bermimpi ada matahari yang turun dari langit dan masuk kerumahnya sehingga pancaran cahayanya bersinar merata keseluruh penjuru mekkah. Mimpi itu diceritakan kepada anak bapa saudaranya yang bernama Waraqah bin Naufal. Dia seorang lelaki yang berumur lanjut, ahli dalam mentakbirkan mimpi dan ahli tentang sejarah bangsa-bangsa purba. Waraqah juga mempunyai pengetahuan luas dalam agama yang dibawa oleh Nabi-Nabi terdahulu.
Waraqah berkata: “Takwil dari mimpimu itu ialah bahawa engkau akan menikah kelak dengan seorang Nabi akhir zaman.”
“Nabi itu berasal dari negeri mana?” tanya Khadijah bersungguh-sungguh.
“Dari kota Makkah ini!” ujar Waraqah singkat.
“Dari suku mana?”
“Dari suku Quraisy juga.”
Khadijah bertanya lebih jauh: “Dari keluarga mana?”
“Dari keluarga Bani Hasyim, keluarga terhormat,” kata Waraqah dengan nada menghibur.
Khadijah terdiam sejenak, kemudian tanpa sabar meneruskan pertanyaan terakhir: “Siapakah nama bakal orang agung itu, hai anak bapa saudaraku?”
Orang tua itu mempertegas: “Namanya Muhammad SAW. Dialah bakal suamimu!”
Khadijah pulang ke rumahnya dengan perasaan yang luar biasa gembiranya. Belum pernah ia merasakan kegembiraan sedemikian hebat. Maka sejak itulah Khadijah sentiasa bersikap menunggu dari manakah gerangan kelak munculnya sang pemimpin itu.
Yang mana setelah itu Siti Khotijah benar-benar menikah dengan pemuda yang namanya Muhammad yang tidak lain adalah seorang Nabi dan Rosul. Siti Khotijah adalah sosok pertama yang mengimani bahwa Muhammad adalah Nabi dan Rosul… ia menemani Muhammad selama dua puluh enah (26) tahun. Ia adalah istri Tunggal Nabi yang terceraikan karena kematiannya. Tahun kematiannya disebut dengan tahun kesedihan (‘amul khuzni). Pernah Muhammad Rosullulah berkata :”Wanita yang utama dan yang pertama akan masuk Syurga ialah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad SAW., Maryam binti ‘Imran dan Asyiah binti Muzaahim, isteri Fir’aun”.
Dan itulah namamu yang kamu emban sebagai bentuk do’a orang tuamu… nama yang suci, sederhana tapi sarat makna, juga sebagai bentuk inspirasimu untuk menjadi sosok wanita yang sholihah sebagai mana khotijah istri Rosullulah. Ahhh tapi melihat umurmu memang belum saatnya untuk membicarakan tentang apa itu pernikahan.apa itu istri… ya mungkin dari ceritamu, sebuah angan-angan dan bayangan sebuah keluarga sudah mulai kamu mimpikan. Sehingga sebuah keputusan untuk kerja sebagi satu bentuk rasa kedewasaanmu dalam menjalani tapak-tapak kehidupan sudah kamu beranikan… ya pesanku hati-hati dan selalu mendekatkan diri dengan yang Kuasa nantinya di negeri perantuan.
Lulus SMA adalah masa-masa remaja menginjak masa muda setelah itu baru dewasa… mungkin aku tidak sebegitu mengenal siapa kamu. Tapi sedikit pembicaraan lewat telephon kapan hari aku menghargai kamu adalah sosok muda yang sudah berani berproses menuju kedewasaan. Masa-masa dan cara berpikir remaja nampaknya sudah saatnya ditinggalkan.
Melihat begitu glamournya kehidupan sekarang, hedonis, bebas, dan lebih tak terjaganya moral-moral pergaulan. Tentunya haruslah diwaspadai.. cara pandang hidup yang pragmatis pada nilai-nilai material, dan sudah jauh dari substansi hidup sebagai bentuk penghambaan pada yang Kuasa, tentunya harus diperhatikan. Tentunya sebuah ketaatan dan keistiqomahan dalam belajar, bekerja, beramal dan ibadah seharusnya selalu semakin mengingatkan kita pada keagungan Tuhan Allah SWT.
KhoTidjah…….. kalau aku boleh memanggilmu begitu. Aku kira ini bukan nama yang jelek… atau kedengaran udah tua gitu…kayak eyang-eyang atau mbah-mabah… aku rasa lebih kental dengan makna ke-ibuan, dan lebih teduh dan bersahaja. Niatan dan harapan membahagiakan orang tua dan juga sebagai bentuk taruhan untuk diambil sebuah hikmah pengalaman, ketika merantau dinegeri orang jauh dari sanak saudara, beda adat dan budaya, lain bahasa dan tutur kata, asing secara lingkungan dan juga menggantungkan rasa kerinduan, kesepian, kesendirian yang nanti akan kamu rasakan, tapi itu bisa saja sebagai hikmah belajar untuk membentuk sebuah kemandirian diri dalam menghadapi realita kehidupan.
Merantau adalah bagian dari safari melihat kebesaran Tuhan. Dimanapun kita menginjak Bumi Allah, disana kita bisa bersujud pada-Nya. Tidak ada sebuah ketakutan, rasa kesendirian ataupun ketakutan karena kemanjaan untuk bisa mandiri di negeri orang. Allah adalah tempat bersandar, Ia adalah Sang Penjaga, yang Maha Memenuhi Kebutuhan. Dan Maha Penjawab Do’a.
Hidup memang pilihan….
Setiap pilihan akan semakin membentuk sebuah karakter dan bentuk bekas langkah kita dalam menjalani hidup ini, setiap aksi selalu ada reaksi, setiap sebab yang berproses selalu menghasilkan akibat, Setiap penyesalan adalah buah dari ketololan, dan setiap langkah kehidupan adalah pilihan.
Memilih pasangan hidup juga bagian dari memilih warna kehidupan…..
Pengorbanan membutuhkan sebuah perjuangan, perjuangan membutuhkan sebuah ketabahan, dan ketabahan membutuhkan keyakinan
Berjuta warna pelangi mewakili keindahan kehidupan
semoga kita adalah bagian dari warna pelangi itu..
hanya aku yang tahu
Berdiri dibelakang bayang bayang adalah kepengecutan…
karena kita tidak mau menghadapi kenyataan
dimana matahari pagi yang selalu kulihat semasa kecilku
kini aku suka bersembunyi di balik gelapnya malam
senja sore juga begitu indah dinikmati
aku berharap untuk nantinya bisa benar-benar tidur nyenyak
bangun dengan harapan yang dinanti-nanti
memandang wajahMu Tuhanku
\.M./ (tali pocong)
Terima Kasih Tuhan…
sesaat aku tersadar akan makna sebuah kesadaran.
bukanlah suatu kesempatan yang harus dimanfaaatkan…
kita yang selalu menganggap begitu berharganya sebuah peluang…
kita yang selalu tidak menyadari bahwa kita adalah makhluk lemah…
yang selau serakah jika ada kesempatan…
seolah-olah kita berebut sesama kita…
memperebutkan kesempatan.
saudaraku kesempatan selalu terpampang lebar didepan kita..
harus kita akui kita malas untuk menjemputnya…
harus kita akui kita pengecut, yang terus mengincar peluang…
karena tidak sepantasnya kita memperebutkan sesuatu.
begitu banyak KaruniaNya, tapi kita terlalu tolol untuk menyadarinya.
anak manusia lahir disambut dengan Azan
anak manusia Mati diantar dengan Sholat
begitu singkatnya Kehidupan antara Azan dan Iqomah.
dan bersiaplah Ber-Iqomah didepan TuhanMu……
raga dan bayangannya
Hidup hanya sekali…
apakah dibuat Tebakan…….
ataukah kita jadikan Taruhan………
salam pembebasan………..
salam perjuangan…………
salam kedamaian……………..
salam persaudaraan….dan tentunya kita sama dalam Satu Tuhan………..
hidup ini harus kita pandang dari banyak sisi, kita yang sedang hidup di dunia yang fana ini terkadang mengalami kemandekan proses berfikir, proses menyadari, proses memaknai, proses pengamalan, proses perjuangan dan pada akhirnya kita hanya menjadi sosok yang tersendiri, yang haus makna-makna, terhanyut dalam derasnya arus zaman yang teraduk dalam sungai kehidupan yang sarat hal-hal kotor dan penuh tipuan. hal-hal yang sebelumnya kita anggap benar, ternyata menjadi sangat sulit dan sangat pahit untuk diperjuangkan, dan pada satu kondisi kenyataan/realitas kita tidak bisa mempertahankannya lagi dan akhirnya tergadaikan oleh kepentingan sesaat itu.
aku sebagai sosok anak manusia yang terus mencari jati diri, mencoba terus memperjuangkan untuk memenuhi hati nurani ini yang seakan-akan suaranya terus semakin mengecil ditengah-tengah fenomena kehidupan,,,, sebai anak manusia yang mengaku Allah Tuhanku dan Muhammad adalah nabiku, dan kebetulan Muhammadiyah adalah bagian organisasi yang aku percayai sebagai tempat yang pantas aku berproses didalamnya. dan disaat aku menulis ini setelah satu setengah jam dikontrakan yang aku cintai ini setelah pulang dari workshop pemikiran islam di gresik (yang katanya anak DPD IMM Jatim mencari pencerahan pemikiran islam……. tapi menurutku workshop yang diadakan dengan pemateri penuh oleh narasumber temen2liberal… ternyata membuatku bertanya-2 apakah ini workshop pencerahan, kelihatanya terlalu instant untuk mendapatkan pencerahan pemikiran untuk memaknai Islam secara global….)
Islam sebagai Agama Rahmatan Lilalamin seharusnya dapat dinikmati dalam menjalankannya, ………… (sik ngelu sesuk tak lanjutnoooooooooooo……….oyii…)!
Mendahulukan Kepentingan Orang Lain
Mendahulukan Kepentingan Orang Lain
Al-Waqidiy bercerita, “Suatu saat, saya berada dalam himpitan ekonomi yang begitu keras. Hingga tiba bulan Ramadhan, saya tidak mempunyai uang sedikitpun. Saya bingung, lalu aku menulis surat kepada teman saya yang seorang alawy (keturunan Ali bin Abi Thalib). Saya memintanya meminjami saya uang sebesar seribu dirham. Dia pun mengirimkan kepada saya uang sebesar itu dalam sebuah kantong yang tertutup. Kantong itu saya taruh dirumah. Malam harinya saya menerima sepucuk surat dari temen saya yang lain. Dia meminta saya meminjaminya uang sebesar seribu dirham untuk kebutuhan bulan puasa. Tanpa pikir panjang, saya kirimkan kantong uang yang tutpnya masih utuh. Read the rest of this entry »
Membebaskan Hutang Orang yang Susah Maka Allah pun Membebaskannya
Membebaskan Hutang Orang yang Susah Maka Allah pun Membebaskannya
Dari Ibnu Abu Hurairah r.a. dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda, “Ada seorang laki-laki yang (suka) memberi hutang kepada orang lain, kepada pelayannya ia berkata, ‘Jika engkau mendatangi orang miskin, maka bebaskanlah (hutangnya),mudah mudahan Allah membebaskan kita (dari siksa-Nya)’. Beliau bersabda, ‘Maka orang itu menjumpai Allah dan Allah pun membebaskannya (dari siksa)’.” (Muttafaq Alaih; Al-Bukhari, 6/379 dalam Al-Anbiya’ dan Muslim, 1562). Read the rest of this entry »
MAMPU TAKLUKAN HARIMAU DENGAN KESABAR
MAMPU TAKLUKAN HARIMAU DENGAN KESABARAN
Alkisah, dua orang lelaki berkawan akrab. Nama mereka masing-masing, katakan saja adalah Sulaiman dan Ismail. Mereka sama-sama orang yang shaleh. Karena tempat yang berjauhan maka tidak memungknkan mereka untuk selalu bertemu. Tetapi ada kebiasaan diantara mereka, untuk bertemu sekali dalam setahun. Sulaiman yang jauh tempatnya selalu datangn bertemu kerumah Ismail. Read the rest of this entry »
Keadaan Si Kikir
Keadaan Si Kikir
Suatu hari dalam suatu kesempatan di kehidupan Rasulullah saw. ada seorang perempuan datang menemui beliu. Tangan sebelah kanan dari wanita itu terlihat mengecil dan mengering. Waktu ia telah berada dekat dengan Rasulullah, kemudian berkata, “Ya Rasulullah, mohon berdoalah engkau kepada Allah, kiranya Ia dapat berkenan untuk Read the rest of this entry »
Keadaan Si Kikir
Keadaan Si Kikir 03/14/2003 Suatu hari dalam suatu kesempatan di kehidupan Rasulullah saw. ada seorang perempuan datang menemui beliu. Tangan sebelah kanan dari wanita itu terlihat mengecil dan mengering. Waktu ia telah berada dekat dengan Rasulullah, kemudian berkata, “Ya Rasulullah, mohon berdoalah engkau kepada Allah, kiranya Ia dapat berkenan untuk menyembuhkan dan mengembalikan tanganku ini kepada keadaan sebagaimana semula.” Sembari menyampaikan permohonannya, wanita itu memperlihatkan tangan kanannya kepada Rasulullah. Rasulullah memperhatikan sejenak keadaan tangan itu. Tangan itu memang telah mengecil dan tulang-tulangnya terkesan besar dalam pandangan karena mengeringnya daging yang menyelimutinya. Read the rest of this entry »
Do’a Ibu
Do’a Ibu
03/07/2002 – Arsip Cerita Islami
Seorang ahli ibadat dari Bani Israil bernama Juraij membuat tempat ibadah untuk melakukan ibadah-ibadahnya. Kemudian ibunya datang memanggilnya, “Hai Juraij!”
Ia menjawab, “Oh Tuhan, ibuku memanggil dan kami mau shalat,” lalu ia mengerjakan shalat, maka ibunya pulang. Read the rest of this entry »