puisi-ku

July 10, 2008 at 7:58 pm (-IMM-)

waktu yang tak lelah berlalu

memaksaku untuk terus berlari…

dan terus lebih cepat…

satu persatu mungkin tidak cukup…

untukku

untukmu

untuk kita

dan untuk semua…

ataukah memang aku terlalu serakah

energi adalah kekekalan

dan siapa yang berhak berbicata pada Tuhanku

ataukah memang hanya beberapa yang didengarkanNya

ataukah kita yang enggan bersuara….

sungguh diriku hanyalah tanah yang tidak ingin menjadi debu…………………………….

Permalink Leave a Comment

aku tidak tahu apa itu politik

April 28, 2008 at 7:44 am (-IMM-)


sungguh apa yang ada dipikiranku tidak kamu ketahui.
sungguh apa yang ada dipikiranmu aku juga tak tahu.
tapi yakinlah bahwa apa yang aku pikirkan dan apa yang kamu pikirkan ALLAH pasti mengetahui.
Aku tidak memilih kamu
Dan kamu tidak memilih aku
Tapi Tuhan memilih siapa aku dan siapa kamu..
Dan aku meminta pada Tuhanku…
Bahwa aku mendapatkan pilihan dengan ilmuNya..
Bahwa aku mendapatkan kemampuan dengan taqdir dan irodatNya..
Bahwa aku meminta dengan anugerahNya yang agung..

Permalink Leave a Comment

keder IMM yang tidak pernah merah

April 28, 2008 at 7:19 am (-IMM-)

siapa aku, siapa kamu dan siapa dia, kenapa kita bertemu, kenapa kita percaya, dan kenapa kita bersama.. kesempatan ruang dan waktu pertemuan adalah takdir, tetapi sebuah esensi nilai pertemuan itu tidak pernah berakhir sampai sekarang pun. ataukah nilai nilai sesaat saja yang kita perhitungkan. memang hidup didunia adalah sesaat, dan wajar jika kita terkadang memperhitungkannya sejauh kesesaatan itu saja. tapi berhati-hatilah saudara jika kesesaatan itu bisa membuat kita masuk dalam jalur kesesatan. Cita-cita kesesaatan tidak pernah membuat kita merah. Aku bangga kenapa warna IMM adalah merah, karena warna kehidupan sungguh beragam, dan Islam tidak pernah luntur dengan warna apapun, merah, kuning, ijo, putih, hitam, biru, ungu, pink,dan warna-warna yang lain. Tapi janganlah bingung kawan, jangan linglung teman, dan jangan limbung saudaraku dengan warna-warna kehidupan, warna cumalah simbol karakteristik. dan kita tidak mempercayai kesesaatan tapi kitalah yang mencari Keabadian.

Merah adalah simbol keberanian, dan darah muda kita haruslah berwarna merah. Keberanian menyatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah, keberanian bahwa kita adalah saudara, keberanian mengakui makna-makna persaudaraan. Keberanian untuk menjalani yang benar dan menjauhi yang salah. Keberanian untuk berkorban, keberanian untuk mengikhlaskan, keberanian untuk sabar, keberanian untuk berfastabiqul khoirot. Keberanian untuk sportif, keberanian untuk bersama. Dan yang terpenting adalah keberanian meyakini, dan mengimani bahwa Tuhan kita adalah ALLAH.

Keberanian bukanlah sebuah proses awalan, keberanian bukanlah sekedar permulaan. Keberanian bukanlah sebuah Cover dimuka. Keberanian seharusnya terus melapisi karakter prinsip kebenaran kita, keberanian adalah katakutan dan ketidak takutan. Keberanian bukanlah arogansi, keberanian bukanlah keangkuhan, keberanian bukanlah menyepelekan, keberanian bukanlah sekedar letupan, keberanian bukanlah keterpaksaan, keberanian bukanlah pengecut, keberanian tidaklah manja, keberanian lain dengan kemampuan, keberanian berbeda dengan sekedar kesanggupan, keberanian tidaklah mengeluh, keberanian tidaklah cengeng, dan keberanian tidaklah Bencong… keberanian untuk bunuh diri kelas…

Memang banyak aku coba mengartikulasikan makna dari keberanian. Tapi memang kita yang mengaku kader IMM tidak pernah berwarna merah tapi lebih sekedar berwarna Abangan.

Permalink Leave a Comment

untuk ku

January 3, 2001 at 4:17 am (-IMM-)

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Bismillahirrohmanirrohim.

Ketika kesadaran berorganisasi adalah bagian dari semangat progresifitas, aktualisasi ideologi, dan perjuangan, maka sebuah komunikasi keterbukaan dan kedewasaan benar-benar bisa mendasari dari mekanisme yang sudah disepakati. Cobaan terbesar anak manusia sebenarnya berasal dari pribadi masing-masing , sikap mengeluh, lalai dan sombong hanya akan mengantarkannya pada sebuah kehancuran. Dalam sebuah kepemimpinan organisasi pastilah ada celanya, tidak adanya bentuk sikap watawashobil Haq watawashobisobr akan menyeret keadaan organisasi pada kondisi yang semakin parah

Permalink 1 Comment