mencari sisi hati yang hilang…
bukan saatnya dan bukan waktunya…
disaat pertemuan yang menorehkan rasa di permukaan hati, memaksa terus memenuhi candunya, membuat terhempas oleh pantulannya, ataukah kita tidak pandai menjaga sangkar hati ini……..
panjangnya bekas perjalanan ini memaksaku sadar dimana aku sekarang… semuanya memaksaku membuatku menundukan kepala. menatatap nanar bumi asal mulaku……
ibu bapak adik saudara dan temanku semuanya maafkan ku yang tidak akanĀ pernah bisa membalas budi baik kalian…
sepinya hatiku
gersangnya ini
ataupun sunyinya cinta, ataukah memang aku yang tidak tahu akan kapan saatnya dan waktuya….
sekeping hati di bawa berlari
melalui jalanan sepi
bukan jalan kemunafikan
dan aku percaya suatu saat nanti
ada satu bunga untukku
dari kemurahan dan kasih sayang Tuhanku
haris said,
July 29, 2008 at 2:43 am
slm kenal, mas.