hanya aku yang tahu
Berdiri dibelakang bayang bayang adalah kepengecutan…
karena kita tidak mau menghadapi kenyataan
dimana matahari pagi yang selalu kulihat semasa kecilku
kini aku suka bersembunyi di balik gelapnya malam
senja sore juga begitu indah dinikmati
aku berharap untuk nantinya bisa benar-benar tidur nyenyak
bangun dengan harapan yang dinanti-nanti
memandang wajahMu Tuhanku
didadaku
<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
Engkau yang tersenyum ataukah tertawa
tapi serengaimu terkadang membuatku takut…
ataukah aku yang iri tidak mempunyai senyum seindah senyummu
jangan pernah percaya pada kata-kata cintaku
apa yang sama-sama kita pegang ini
dengan mata buta, dalam kegelapan,
jangan dikira kita tidak akan salah pegang..
yang bisa membuat berdarah-darah hati
sungguh akan kupenuhi segala kemauanmu
asal itu adalah yang Tuhan mau
puisi-ku
waktu yang tak lelah berlalu
memaksaku untuk terus berlari…
dan terus lebih cepat…
satu persatu mungkin tidak cukup…
untukku
untukmu
untuk kita
dan untuk semua…
ataukah memang aku terlalu serakah
energi adalah kekekalan
dan siapa yang berhak berbicata pada Tuhanku
ataukah memang hanya beberapa yang didengarkanNya
ataukah kita yang enggan bersuara….
sungguh diriku hanyalah tanah yang tidak ingin menjadi debu…………………………….