puisi kekasihku…katanya

Ya Allah SWT begitu besar rahmat, karunia dan nikmat yang Engkau berikan kepada kami,
seperti kebahagiaan
Yang kami rasakan saat ini
karena Engkau telah membimbing dan menghantarkan kami menuju pintu gerbang kebahagiaan ……
Semoga allah SWT
Menghimpun yang terserak dari keduanya , memberkati mereka berdua
Kala dua jiwa disatukan dalam ikatan suci pernikahan, kerinduan cinta menjauhkan tabir
dan menerangi
Relung – relung hati dengan menciptakan kebahagiaan yang tidak ada kebahagiaan lain
dapat melebihinya kecuali ketika
Jiwa itu memeluk Tuhan
raga dan bayangannya
Hidup hanya sekali…
apakah dibuat Tebakan…….
ataukah kita jadikan Taruhan………
salam pembebasan………..
salam perjuangan…………
salam kedamaian……………..
salam persaudaraan….dan tentunya kita sama dalam Satu Tuhan………..
hidup ini harus kita pandang dari banyak sisi, kita yang sedang hidup di dunia yang fana ini terkadang mengalami kemandekan proses berfikir, proses menyadari, proses memaknai, proses pengamalan, proses perjuangan dan pada akhirnya kita hanya menjadi sosok yang tersendiri, yang haus makna-makna, terhanyut dalam derasnya arus zaman yang teraduk dalam sungai kehidupan yang sarat hal-hal kotor dan penuh tipuan. hal-hal yang sebelumnya kita anggap benar, ternyata menjadi sangat sulit dan sangat pahit untuk diperjuangkan, dan pada satu kondisi kenyataan/realitas kita tidak bisa mempertahankannya lagi dan akhirnya tergadaikan oleh kepentingan sesaat itu.
aku sebagai sosok anak manusia yang terus mencari jati diri, mencoba terus memperjuangkan untuk memenuhi hati nurani ini yang seakan-akan suaranya terus semakin mengecil ditengah-tengah fenomena kehidupan,,,, sebai anak manusia yang mengaku Allah Tuhanku dan Muhammad adalah nabiku, dan kebetulan Muhammadiyah adalah bagian organisasi yang aku percayai sebagai tempat yang pantas aku berproses didalamnya. dan disaat aku menulis ini setelah satu setengah jam dikontrakan yang aku cintai ini setelah pulang dari workshop pemikiran islam di gresik (yang katanya anak DPD IMM Jatim mencari pencerahan pemikiran islam……. tapi menurutku workshop yang diadakan dengan pemateri penuh oleh narasumber temen2liberal… ternyata membuatku bertanya-2 apakah ini workshop pencerahan, kelihatanya terlalu instant untuk mendapatkan pencerahan pemikiran untuk memaknai Islam secara global….)
Islam sebagai Agama Rahmatan Lilalamin seharusnya dapat dinikmati dalam menjalankannya, ………… (sik ngelu sesuk tak lanjutnoooooooooooo……….oyii…)!
arip latihan nulis…
Puji syukur kehadirat Allah Tuhan Semesta Alam atas segala karunia-Nya yang tak terhitung kepada kita semua, sungguh kesombongan bagi mereka yang tidak pernah bersyukur. Sholawat dan Salam kita sampaikan pada Rosullulloh Muhammad SAW, dan semoga kita adalah orang yang sukses dalam meneladani ajaran-ajarannya. Karunia yang besar bagi kita semua dapat bertemu kembali dalam dimensi waktu bulan Ramadhan, bulan ibadah puasa, yang patut kita sadari bersama adalah puasa sebagai sebuah proses pengkaderan diri untuk menjadi manusia yang Bertaqwa pada Allah Swt.
dalam perjalanan anak manusia dalam kehidupan didunia tidak terlepas dari kepercayaannya akan adanya Tuhan yang mengatur segalanya, berangkat dari penciptaannya dari setetes air mani, lalu dengan kuasaNya terus tumbuh menjadi organisme mahluk hidup yang bernama manusia, dalam proses itu ada sebuah peristiwa yaitu ketika calon generasi manusia ini akan ditiupkan ruh, ia disumpah terlebih dahulu untuk mempercayai dan meyakini akan Tuhan Allah. setelah terlahir kealam dunia ini bayi itu dalam keadaan suci dan oleh orang tuanya akan di-didik bagaimana mengenal, mempelajari, memandang, dan menjalani kehidupan ini. lebih terangnya ia akan dijadikan seorang Muslim ataukah nasrani, yahudi ataupun majusi. setelah beranjak dewasa dan akal pikirnya mulai menyala akan membedakan nilai kebenaran ataupun kesalahan, ia tentunya akan menerima sinyal tanda tanda adanya Tuhan Allah, dan hati nuranilah yang berhak menyambut untuk mengakuinya ataukah mengingkarinya… Hidayah adalah hak priogratif Allah yang akan diberikan kepada siapa yang pantas untuk menerimanya. dan Ia akan menyesatkan kepada siapa saja yang ia kehendakinya.
Sebuah kepercayaan kecil tadi seharusnya menjadi keyakinan yang Agung akan penghambaan diri pada Tuhan Allah haruslah terus dijaga ke-istiqomahannya agar terus eksis dalam rangka menjalani kehidupan yang Islami. sebagai muslim sejati semuanya haruslah dimulai dari diri sendiri dalam meyakini dan mengamalkan ajaran Islam secara sempurna/kaffah. karena pada hakekatnya apapun perbuatan dari anak manusia itu dipertanggung jawabkan oleh pribadinya masing-masing, sebenarnya dari ajaran islam yang dianut umat manusia tiangnya adalah ibadah Sholat, Sholat yang oleh nabi diibaratkan sebagai tiang agama adalah pokok dari amalan ibadah yang tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan Syar’i yaitu bila sudah tidak ber-akal ataupun sudah meninggal dunia. bagi yang meninggalpun akan digantikan oleh saudaranya yang sesama Muslim yaitu sholat jenazah yang bisa diartikan sebagai simbol penghambaan pada yang Kuasa. Sholat sangat banyak dan beragam artikulasinya, dalam ibadah Sholat seorang Muslim sebenarnya melakukan pengkaderan diri tentang penghambaan diri padaNya, pengkaderan itu berlangsung sehari 5 kali dan terus berlangsung selama seumur hidup manusia itu.
entah..

sejenak kita merenung, dari mana kita,,, darimana kita berasal… kenapa kita ada disini…dan untuk apa kita ada disini.
ragam macam tipikal warna kehidupan seharusnya membuat hidup ini indah. memang tidak semua warna kita sukai, tapi janganlah warna yang kita sukai itu membuat kita semakin terjebak atau tersempitkan olehnya.. hidup memang memilih. ataukah kita akan dipilihkan oleh waktu… hidup memang mengalir… larut. tapi yang luruh dan larut adalah apa-apa yang sudah kita kerjakan. tapi apa-apa yang kita yakini dalam jiwa nurani tidak akan mencair bahkan cenderung mengkristal membentuk karakteristik yang akan terus membangun sikap, tindak,dan tanduk kita untuk selanjutnya.
selalulah kita yakin dan percaya bahwa Allah akan menunjukkan hambaNya jalan yang Ia Ridhoi…
selalulah berusaha dan berjuang dimana kita menyambut petunjuk itu dan memaknainya dalam rangkaian kehidupan yang kita jalani.
jangan pernah menyerah….
banting setir juga ndak apa-apa, dalam rangka mencari jalan dan cara untuk mencapai tujuan yang mulia…




